Access Control Face Recognition untuk Kantor & Perusahaan

Access control face recognition adalah sistem kontrol akses yang menggunakan wajah pengguna sebagai credential biometrik untuk menentukan apakah seseorang diperbolehkan membuka pintu atau memasuki area tertentu.

Dengan access control face recognition, pengguna dapat melakukan autentikasi tanpa menyentuh sensor fingerprint atau membawa kartu fisik, selama perangkat dan sistem sudah dikonfigurasi sesuai kebutuhan.

Teknologi ini dapat digunakan pada kantor, pabrik, gedung, data center, server room, warehouse, maupun area perusahaan yang membutuhkan kontrol akses berbasis biometrik.

Suprema BioStation 3 Max untuk access control face recognition perusahaan
Suprema BioStation 3 Max sebagai salah satu terminal biometrik untuk kebutuhan face recognition access control perusahaan.

Apa Itu Access Control Face Recognition?

Access control face recognition merupakan sistem yang menggunakan karakteristik wajah sebagai salah satu metode autentikasi biometrik.

Sebelum digunakan, wajah pengguna perlu diregistrasikan ke dalam sistem. Perangkat kemudian melakukan proses autentikasi berdasarkan data biometrik yang telah terdaftar.

Setelah identitas pengguna dikenali, sistem akan memeriksa hak akses ke pintu atau area tersebut.

Jika pengguna memiliki hak akses yang sesuai, sistem dapat memberikan perintah untuk membuka door lock.

Bagaimana Cara Kerja Access Control Face Recognition?

Secara umum, proses autentikasi wajah pada access control berjalan melalui beberapa tahap:

  1. Wajah pengguna diregistrasikan ke dalam sistem.
  2. Pengguna berdiri di depan terminal face recognition.
  3. Perangkat menangkap dan memproses karakteristik wajah.
  4. Sistem mencocokkan data dengan template yang sudah terdaftar.
  5. Hak akses pengguna diperiksa.
  6. Jika akses diberikan, pintu dapat dibuka.
  7. Event autentikasi dicatat oleh perangkat atau software.

Proses sebenarnya dapat berbeda tergantung perangkat, software, controller, dan arsitektur access control yang digunakan.

Kelebihan Access Control Face Recognition

Penggunaan face recognition memberikan beberapa keuntungan dalam sistem kontrol akses perusahaan.

  • Autentikasi tanpa menyentuh sensor fingerprint.
  • Tidak selalu membutuhkan kartu fisik.
  • Dapat digunakan untuk membatasi akses pintu.
  • Dapat digunakan bersama access group dan schedule.
  • Event autentikasi dapat dicatat oleh sistem.
  • Dapat dikombinasikan dengan credential lain.
  • Dapat menjadi bagian dari sistem Time & Attendance.

Hal yang Perlu Dipertimbangkan pada Face Recognition

Walaupun face recognition menawarkan proses autentikasi tanpa sentuhan, lokasi pemasangan tetap perlu diperhatikan.

Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan antara lain:

  • Pencahayaan area pemasangan
  • Posisi terminal
  • Jarak pengguna dengan perangkat
  • Jumlah pengguna
  • Kecepatan autentikasi
  • Kondisi lingkungan
  • Kebutuhan keamanan

Karena itu, perusahaan sebaiknya menentukan lokasi dan perangkat berdasarkan kondisi lapangan serta kebutuhan operasional.

Access Control Face Recognition untuk Kantor

Pada lingkungan kantor, face recognition dapat digunakan untuk mengontrol akses ke area seperti:

  • Pintu utama kantor
  • Ruang server
  • Ruang finance
  • Ruang HR
  • Ruang direksi
  • Ruang meeting tertentu
  • Ruang arsip
  • Area operasional terbatas

Hak akses dapat diberikan berdasarkan pengguna, departemen, pintu, dan jadwal tertentu.

Untuk pembahasan yang lebih luas mengenai kebutuhan kontrol akses kantor, baca panduan access control untuk kantor .

Access Control Face Recognition untuk Pabrik

Face recognition juga dapat digunakan pada lingkungan manufaktur untuk mengatur akses ke area tertentu.

Contohnya:

  • Area produksi
  • Warehouse
  • Engineering
  • Server room
  • Laboratorium
  • Office
  • Control room
  • Area terbatas lainnya

Untuk area pabrik, perusahaan perlu memperhatikan kondisi pencahayaan, lokasi pemasangan, alur pengguna, jumlah karyawan, dan lingkungan kerja.

Pelajari juga panduan access control untuk pabrik .

Komponen Sistem Access Control Face Recognition

Terminal face recognition bukan satu-satunya komponen dalam sistem. Untuk mengontrol pintu, implementasi dapat membutuhkan perangkat lainnya.

1. Face Recognition Terminal

Terminal digunakan untuk melakukan autentikasi wajah pengguna dan berkomunikasi dengan sistem access control.

2. Controller

Pada arsitektur tertentu, controller digunakan untuk menangani reader, input, output, serta logika kontrol akses.

Centralized controller dapat ditempatkan pada area yang lebih aman dibandingkan terminal yang berada di sisi pintu.

3. Door Lock

Door lock merupakan perangkat pengunci yang dikendalikan oleh sistem access control.

Jenis lock dapat berupa:

  • Electromagnetic lock
  • Drop bolt
  • Electric strike
  • Electric lock lainnya

4. Exit Button

Exit button dapat digunakan untuk meminta pintu terbuka dari sisi dalam sesuai desain sistem.

5. Door Contact

Door contact digunakan untuk mendeteksi kondisi pintu apakah sedang terbuka atau tertutup.

6. Emergency Break Glass

Emergency break glass dapat menjadi bagian dari desain keselamatan untuk membantu pelepasan penguncian pintu dalam kondisi darurat.

7. Power Supply

Terminal, controller, reader, dan door lock membutuhkan sumber daya sesuai spesifikasi masing-masing perangkat.

Standalone atau Centralized Face Recognition Access Control?

Standalone Face Recognition Access Control

Pada sistem standalone, terminal dapat melakukan autentikasi dan mengontrol pintu secara lebih langsung sesuai kemampuan perangkat.

Konsep ini dapat digunakan untuk kebutuhan yang relatif sederhana.

Centralized Face Recognition Access Control

Pada arsitektur centralized, terminal atau reader dapat berkomunikasi dengan controller yang ditempatkan pada lokasi yang lebih aman.

Model ini dapat dipertimbangkan untuk perusahaan dengan banyak pintu atau kebutuhan keamanan yang lebih terstruktur.

Face Recognition dengan Multi-Factor Authentication

Face recognition dapat dikombinasikan dengan credential lain untuk membentuk metode autentikasi tambahan.

Contohnya:

  • Wajah + kartu
  • Wajah + PIN
  • Wajah + credential lain sesuai perangkat

Kemampuan kombinasi autentikasi bergantung pada perangkat, software, dan konfigurasi sistem.

Access Group dan Jadwal Akses

Face recognition berfungsi sebagai metode autentikasi pengguna. Hak membuka pintu tetap ditentukan berdasarkan konfigurasi sistem.

Administrator dapat mengatur:

  • Pintu yang boleh diakses
  • Pengguna yang memiliki akses
  • Hari akses
  • Jam akses
  • Access group
  • Schedule

Dengan demikian, pengguna yang berhasil dikenali wajahnya belum tentu diperbolehkan membuka seluruh pintu.

Face Recognition dan Anti-Passback

Dalam sistem yang mendukung, autentikasi wajah dapat digunakan bersama fitur anti-passback.

Anti-passback membantu mengatur urutan masuk dan keluar pengguna berdasarkan event akses yang telah tercatat.

Face Recognition dan Interlock

Pada area dengan kebutuhan keamanan lebih tinggi, face recognition dapat menjadi bagian dari sistem interlock.

Contohnya, pengguna melakukan autentikasi pada pintu pertama. Pintu kedua baru dapat dibuka setelah pintu pertama kembali tertutup, sesuai konfigurasi sistem.

Software untuk Access Control Face Recognition

Software manajemen membantu administrator mengelola perangkat dan pengguna secara terpusat.

Beberapa fungsi yang dapat dikelola antara lain:

  • Registrasi pengguna
  • Credential biometrik
  • Device
  • Door
  • Access Group
  • Schedule
  • Event Log
  • Monitoring

Fitur sebenarnya bergantung pada perangkat, software, dan lisensi yang digunakan.

Face Recognition atau Fingerprint untuk Access Control?

Face recognition dan fingerprint sama-sama merupakan metode biometrik, tetapi cara pengguna melakukan autentikasi berbeda.

Perbandingan Face Recognition Fingerprint
Credential Wajah Sidik jari
Kontak fisik Tanpa menyentuh sensor Umumnya menyentuh sensor
Kartu fisik Tidak wajib Tidak wajib
Access Control Dapat digunakan Dapat digunakan

Untuk pembahasan fingerprint secara khusus, baca panduan access control fingerprint .

Access Control Face Recognition dan Mesin Absensi

Terminal face recognition dapat menjadi bagian dari sistem access control sekaligus digunakan sebagai sumber event untuk Time & Attendance apabila perangkat dan software mendukung.

Namun, fungsi keduanya berbeda.

Access control mengatur hak membuka pintu, sedangkan Time & Attendance mengolah event pengguna menjadi jam masuk, jam pulang, keterlambatan, shift, dan overtime.

Untuk pembahasan sistem kehadiran berbasis wajah, baca mesin absensi wajah .

Ingin memahami sistem access control secara keseluruhan?

Pelajari reader, controller, fingerprint, face recognition, kartu, door lock, anti-passback, interlock, software, dan integrasi pada panduan access control untuk kantor, pabrik, gedung, dan perusahaan .

Suprema Access Control Face Recognition

Suprema menyediakan berbagai terminal facial authentication untuk kebutuhan biometric access control perusahaan.

Salah satu perangkat yang dapat dipertimbangkan adalah Suprema BioStation 3 Max .

Selain itu, untuk kebutuhan facial authentication dan access control tersedia juga Suprema BioEntry W3 .

Pemilihan perangkat sebaiknya disesuaikan dengan jumlah pengguna, lokasi pemasangan, jumlah pintu, metode autentikasi, arsitektur controller, dan tingkat keamanan perusahaan.

Lihat berbagai produk Suprema untuk mengetahui pilihan terminal, reader, dan controller lainnya.

Berapa Harga Access Control Face Recognition?

Harga access control face recognition tidak hanya ditentukan oleh harga terminal wajah.

Total biaya dapat dipengaruhi oleh:

  • Jumlah pintu
  • Jumlah terminal
  • Controller
  • Door lock
  • Exit button
  • Door contact
  • Emergency break glass
  • Power supply
  • Software dan lisensi
  • Server
  • Jaringan
  • Jasa instalasi

Karena itu, kebutuhan setiap proyek perlu dihitung berdasarkan jumlah pintu dan desain sistem.

Butuh Access Control Face Recognition?

PT. Yu-Sung Tech Indonesia menyediakan solusi Suprema face recognition, biometric access control, fingerprint, controller, dan Time & Attendance untuk kebutuhan perusahaan.

Informasikan jumlah pintu, jumlah pengguna, lokasi pemasangan, jenis credential, serta kebutuhan integrasi untuk mendapatkan rekomendasi sistem yang sesuai.

Lukman Nur Hakim

Sales Engineer — PT. Yu-Sung Tech Indonesia

Konsultasi via WhatsApp

WhatsApp: 0896-6121-023

Pertanyaan Seputar Access Control Face Recognition

Apa itu access control face recognition?

Access control face recognition adalah sistem kontrol akses yang menggunakan wajah sebagai credential biometrik untuk melakukan autentikasi pengguna.

Apakah face recognition bisa digunakan untuk membuka pintu?

Bisa, apabila terminal mendukung fungsi access control dan terhubung dengan sistem pintu yang sesuai.

Apakah face recognition membutuhkan kartu?

Tidak selalu. Wajah dapat digunakan sebagai credential biometrik. Namun, beberapa sistem juga dapat menggabungkan wajah dengan kartu.

Apakah face recognition bisa digabungkan dengan PIN?

Bisa pada perangkat dan konfigurasi yang mendukung kombinasi autentikasi wajah dan PIN.

Apakah face recognition bisa digunakan untuk absensi?

Bisa sebagai sumber event autentikasi untuk sistem Time & Attendance apabila perangkat dan software mendukung.

Apakah face recognition cocok untuk pabrik?

Bisa, tetapi kondisi pencahayaan, lokasi perangkat, lingkungan kerja, jumlah pengguna, dan kebutuhan operasional perlu dipertimbangkan.

Berapa harga access control face recognition?

Harga bergantung pada terminal, jumlah pintu, controller, door lock, software, lisensi, jaringan, instalasi, dan kebutuhan integrasi.

error: Content is protected contact lucky@yusungtech.co.id !!