Access control untuk data center digunakan untuk membatasi dan mengatur akses ke area yang memiliki tingkat keamanan tinggi seperti server room, network room, control room, rack area, dan ruang infrastruktur IT lainnya.
Berbeda dengan pintu kantor biasa, access control untuk data center umumnya membutuhkan pengaturan hak akses yang lebih ketat, autentikasi yang lebih kuat, monitoring event, dan pembatasan akses berdasarkan pengguna, jadwal, maupun area tertentu.
Sistem dapat menggunakan kartu, fingerprint, face recognition, PIN, mobile credential, atau kombinasi beberapa metode autentikasi sesuai tingkat keamanan yang dibutuhkan.

Mengapa Data Center Membutuhkan Access Control?
Data center menyimpan server, perangkat jaringan, sistem penyimpanan, dan berbagai infrastruktur penting perusahaan.
Karena itu, akses fisik ke area tersebut perlu dibatasi hanya kepada personel yang memiliki otorisasi.
Dengan access control, administrator dapat menentukan:
- Siapa yang boleh masuk
- Pintu yang dapat diakses
- Hari dan jam akses
- Area yang diperbolehkan
- Metode autentikasi
- Event masuk dan keluar
Hak akses juga dapat dibedakan antara tim IT, engineer, vendor, security, management, dan pengguna lainnya.
Area Data Center yang Dapat Menggunakan Access Control
Sistem kontrol akses dapat diterapkan pada beberapa lapisan area, tergantung desain fasilitas.
- Pintu masuk fasilitas
- Security lobby
- Server room
- Network room
- Control room
- Rack area
- Electrical room
- Ruang UPS
- Ruang penyimpanan perangkat
- Area terbatas lainnya
Setiap area dapat memiliki hak akses dan metode autentikasi yang berbeda.
Bagaimana Cara Kerja Access Control Data Center?
Secara umum, proses akses dimulai ketika pengguna melakukan autentikasi pada reader atau terminal.
- Pengguna melakukan autentikasi.
- Sistem membaca credential pengguna.
- Identitas pengguna diverifikasi.
- Hak akses dan jadwal diperiksa.
- Sistem menentukan akses diterima atau ditolak.
- Jika diizinkan, pintu dapat dibuka.
- Event dicatat pada perangkat atau software.
Arsitektur sebenarnya dapat berbeda tergantung terminal, controller, software, jumlah pintu, dan desain keamanan fasilitas.
Metode Autentikasi untuk Data Center
Kartu
Kartu dapat digunakan sebagai credential pengguna untuk mengakses area yang telah ditentukan.
Teknologi kartu yang digunakan harus disesuaikan dengan kemampuan reader atau terminal.
Fingerprint
Fingerprint menggunakan sidik jari sebagai credential biometrik. Metode ini dapat digunakan untuk membantu memastikan bahwa credential terhubung dengan pengguna yang telah diregistrasikan.
Pelajari lebih lengkap melalui panduan access control fingerprint .
Face Recognition
Face recognition memungkinkan autentikasi biometrik tanpa pengguna menyentuh sensor fingerprint.
Metode ini dapat digunakan untuk berbagai area dengan kebutuhan biometrik dan proses autentikasi tanpa sentuhan.
Pelajari lebih lengkap melalui panduan access control face recognition .
PIN
PIN dapat digunakan sebagai credential utama atau dikombinasikan dengan kartu maupun biometrik pada sistem yang mendukung.
Multi-Factor Authentication untuk Data Center
Untuk area dengan tingkat keamanan lebih tinggi, perusahaan dapat menggunakan lebih dari satu metode autentikasi.
Contohnya:
- Kartu + PIN
- Kartu + fingerprint
- Kartu + wajah
- Fingerprint + PIN
- Wajah + PIN
Kemampuan multi-factor authentication bergantung pada perangkat, software, dan konfigurasi sistem yang digunakan.
Centralized Access Control untuk Data Center
Pada kebutuhan keamanan tinggi, perusahaan dapat mempertimbangkan arsitektur centralized access control.
Pada arsitektur ini, reader atau terminal di sisi pintu berkomunikasi dengan controller yang ditempatkan di area yang lebih aman.
Controller dapat menangani logika akses, input, output, dan pengendalian perangkat pintu sesuai desain sistem.
Model ini juga dapat membantu membangun arsitektur multi-door yang lebih terstruktur.
Peran Controller pada Access Control Data Center
Controller merupakan salah satu komponen penting pada sistem centralized access control.
Fungsi yang dapat ditangani antara lain:
- Komunikasi dengan reader
- Pengendalian relay
- Monitoring input
- Kontrol door lock
- Door contact
- Exit button
- Integrasi perangkat tambahan
Konfigurasi sebenarnya bergantung pada controller dan arsitektur yang digunakan.
Anti-Passback untuk Data Center
Anti-passback dapat digunakan untuk mengatur urutan masuk dan keluar pengguna berdasarkan event akses.
Sebagai contoh, pengguna yang tercatat masuk dapat diwajibkan melakukan event keluar sebelum dapat menggunakan credential untuk masuk kembali.
Implementasi anti-passback bergantung pada konfigurasi reader, pintu, controller, dan software.
Interlock untuk Area Keamanan Tinggi
Interlock dapat digunakan pada area yang membutuhkan kontrol dua pintu atau lebih dengan aturan tertentu.
Sebagai contoh, pengguna memasuki pintu pertama kemudian pintu kedua hanya dapat dibuka setelah pintu pertama tertutup.
Konsep seperti ini dapat diterapkan pada area dengan kebutuhan kontrol akses berlapis apabila sistem dan desain proyek mendukung.
Door Contact dan Monitoring Status Pintu
Door contact dapat digunakan untuk mendeteksi apakah pintu dalam kondisi terbuka atau tertutup.
Informasi ini membantu administrator melakukan monitoring status pintu dan dapat digunakan bersama fungsi keamanan lainnya sesuai kemampuan sistem.
Event Log dan Monitoring
Salah satu fungsi penting access control adalah mencatat aktivitas pengguna pada sistem.
Event dapat digunakan untuk mengetahui:
- Pengguna yang melakukan autentikasi
- Waktu akses
- Pintu yang digunakan
- Akses diterima atau ditolak
- Event tertentu dari perangkat atau pintu
Ketersediaan informasi bergantung pada software, perangkat, dan konfigurasi sistem.
Software Access Control untuk Data Center
Software manajemen dapat digunakan untuk mengelola perangkat dan hak akses secara terpusat.
Administrator dapat mengelola:
- User
- Credential
- Device
- Door
- Access Group
- Schedule
- Event Log
- Monitoring
Fitur sebenarnya bergantung pada software dan lisensi yang digunakan.
Access Group untuk Data Center
Tidak semua pengguna harus memperoleh hak akses yang sama. Administrator dapat membuat access group berdasarkan fungsi pengguna.
Contohnya:
- IT Administrator
- Network Engineer
- Facility Engineer
- Security
- Management
- Vendor
- Temporary Access
Setiap kelompok dapat memiliki hak akses pintu dan jadwal berbeda.
Pengaturan Jadwal Akses
Credential yang valid tidak harus dapat digunakan selama 24 jam. Perusahaan dapat membatasi akses berdasarkan hari dan waktu tertentu.
Sebagai contoh, vendor dapat diberikan akses hanya selama jadwal maintenance tertentu, sedangkan tim operasional dapat memiliki akses sesuai kebutuhan pekerjaan.
Jaringan pada Access Control Data Center
Sistem access control modern dapat menggunakan jaringan TCP/IP untuk komunikasi antara terminal, controller, dan server.
Karena itu, tim security dan IT perlu mempertimbangkan:
- IP address
- LAN
- VLAN jika digunakan
- Switch
- Firewall
- Routing
- Server
- Database
- Komunikasi antar-site
Desain jaringan sebaiknya disesuaikan dengan kebijakan keamanan dan arsitektur IT perusahaan.
Access Control untuk Data Center Multi-Site
Perusahaan dapat memiliki lebih dari satu data center atau server room di lokasi yang berbeda.
Pada implementasi multi-site, perusahaan perlu mempertimbangkan arsitektur server, jaringan, sinkronisasi perangkat, pengelolaan user, dan monitoring.
Perencanaan sejak awal membantu sistem lebih mudah dikembangkan ketika jumlah lokasi bertambah.
Integrasi dengan Sistem Keselamatan
Access control untuk data center tetap perlu memperhatikan kebutuhan keselamatan dan jalur evakuasi.
Pada proyek tertentu, sistem pintu dapat dirancang mengikuti skenario darurat bangunan atau integrasi dengan sistem fire alarm.
Implementasinya harus mengikuti desain fasilitas, perangkat, persyaratan keselamatan, dan sistem fire alarm yang digunakan.
Access Control untuk Server Room
Server room di kantor juga dapat menggunakan konsep keamanan yang sama meskipun skalanya lebih kecil dibandingkan data center.
Perusahaan dapat menggunakan kartu, fingerprint, face recognition, atau multi-factor authentication sesuai tingkat keamanan yang dibutuhkan.
Hak akses sebaiknya diberikan hanya kepada personel yang memang memerlukan akses ke ruang tersebut.
Data Center dan Access Control Kantor
Server room sering menjadi salah satu area penting dalam sistem access control kantor.
Untuk memahami penerapan kontrol akses di area kantor lainnya, baca panduan access control untuk kantor .
Baca panduan utama mengenai access control untuk kantor, pabrik, gedung, dan perusahaan untuk memahami credential, controller, door lock, anti-passback, interlock, software, jaringan, dan integrasi.
Access Control Suprema untuk Data Center
Suprema menyediakan terminal biometrik, reader, controller, dan solusi access control yang dapat digunakan dalam berbagai arsitektur keamanan perusahaan.
Salah satu terminal biometrik yang dapat dipertimbangkan adalah Suprema BioStation 3 Max .
Untuk kebutuhan facial authentication tersedia juga Suprema BioEntry W3 .
Selain terminal, sistem dapat dirancang menggunakan controller dan modul tambahan sesuai jumlah pintu serta kebutuhan proyek.
Lihat produk Suprema untuk mengetahui pilihan perangkat lainnya.
Berapa Harga Access Control untuk Data Center?
Harga access control untuk data center bergantung pada jumlah pintu, terminal, credential, controller, door lock, software, lisensi, jaringan, server, dan kebutuhan instalasi.
Sistem dengan multi-factor authentication, centralized controller, interlock, atau beberapa lapisan pintu dapat memiliki kebutuhan yang berbeda dibandingkan access control satu pintu.
Untuk memahami faktor biaya secara lebih lengkap, baca harga access control .
Butuh Access Control untuk Data Center?
PT. Yu-Sung Tech Indonesia menyediakan solusi Suprema biometric access control, controller, fingerprint, face recognition, dan software untuk kebutuhan perusahaan.
Informasikan jumlah pintu, jumlah pengguna, tingkat keamanan, jenis credential, kebutuhan controller, interlock, anti-passback, dan integrasi untuk mendapatkan rekomendasi sistem.
Lukman Nur Hakim
Sales Engineer — PT. Yu-Sung Tech Indonesia
Konsultasi via WhatsAppWhatsApp: 0896-6121-023
Pertanyaan Seputar Access Control Data Center
Apa fungsi access control pada data center?
Access control digunakan untuk membatasi dan mengatur siapa yang boleh memasuki area data center atau server room.
Apakah data center bisa menggunakan fingerprint?
Bisa. Fingerprint dapat digunakan sebagai credential biometrik apabila perangkat dan sistem mendukung.
Apakah data center bisa menggunakan face recognition?
Bisa. Terminal facial authentication dapat digunakan sebagai salah satu metode autentikasi biometrik.
Apakah data center membutuhkan multi-factor authentication?
Kebutuhannya tergantung kebijakan keamanan perusahaan. Untuk area tertentu, perusahaan dapat menggunakan kombinasi dua atau lebih credential apabila sistem mendukung.
Apa fungsi anti-passback?
Anti-passback membantu mengatur urutan masuk dan keluar pengguna berdasarkan event akses yang tercatat.
Apa fungsi interlock?
Interlock dapat digunakan untuk mengatur beberapa pintu agar membuka berdasarkan kondisi pintu lainnya sesuai konfigurasi sistem.
Apakah access control data center bisa dimonitor?
Software access control dapat mencatat event dan menyediakan fungsi monitoring sesuai perangkat, software, dan lisensi yang digunakan.
Berapa harga access control data center?
Biaya bergantung pada jumlah pintu, terminal, controller, door lock, software, lisensi, jaringan, server, instalasi, dan kebutuhan integrasi.


